Menabung Dana Pensiun Sejak Dini

Menabung dana pensiun penting dilakukan sejak dini. Namun, sebagian besar generasi pekerja baru, yaitu generasi Y dan X, belum mengenal urgensi dana pensiun. Berikut ini ada enam hal yang perlu Anda ketahui tentang dana pensiun.

  1. Alasan Pentingnya Dana Pensiun

Pensiun adalah masa seorang pekerja tidak memiliki keinginan untuk bekerja yang memengaruhi produktivitas pekerja tersebut dalam menghasilkan uang. Pensiun menjadi dambaan para pekerja untuk memperoleh penghasilan setelah masa kerjanya berakhir. Penghasilan yang diterima oleh seorang pensiunan adalah fasilitas perusahaan dan insitusi pemerintah sebagai bentuk balas jasa. Latar belakang adanya pensiun karena batas usia bekerja, keinginan pribadi, sakit, dan restrukturisasi. Unsur sifat pensiun yang melatarbelakangi itu adalah penghargaan, jaminan hari tua, dan jasa selama bekerja.

Sedangkan dana pensiun menurut UU Nomor 11 Tahun 1992 Tentang Dana Pensiun adalah badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun. Manfaat yang diperoleh dari dana pensiun yang utama adalah mendapat kepastian penghasilan di masa depan setelah mencapai usia pensiun. Pihak yang berhak menerima manfaat pensiun selain pensiunan adalah janda/duda, anak, dan pihak yang ditunjuk jika pensiunan tidak memiliki pasangan dan anak. Dana pensiun dapat dihimpun dari iuran pemberi kerja, iuran peserta, hasil investasi, dan pengalihan dari dana pensiun lain. Jenis manfaat pensiun menurut UU Nomor 11 tahun 1992 yakni :

  1. Manfaat pensiun normal adalah manfaat pensiun bagi peserta yang mulai dibayarkan pada saat peserta pensiun setelah mencapai usia pensiun normal atau sesudahnya.
  2. Manfaat pensiun dipercepat adalah manfaat pensiun bagi peserta yang dibayar apabila peserta pensiun pada usia tertentu sebelum usia pensiun normal.
  3. Manfaat pensiun cacat adalah manfaat pensiun bagi peserta yang dibayarkan bila peserta menjadi cacat.
  4. Pensiun ditunda adalah hak atas manfaat pensiun bagi peserta yang berhenti bekerja sebelum mencapai usia pensiun normal, yang ditunda pembayarannya sampai pada saat peserta pensiun sesuai dengan peraturan dana pensiun.

Alasan butuh dana pensiun yaitu :

  • Harus ada aset yang bekerja dan menghidupi diri
  • Biaya hidup naik karena inflasi
  • Gaya hidup
  • Menghindari anak sebagai sandwich generation
  • Investasi dengan memanfaatkan compound interest

2. Apa yang Dimaksud Dengan Sandwich Generation ?

Sandwich generation adalah  kondisi seseorang yang bertanggung jawab atas kebutuhan finansial dirinya, generasi sebelum, dan generasi sesudah dalam waktu yang bersamaan. Istilah Sandwich Generation dicetuskan pertama kali oleh Dorothy A. Miller dalam jurnalnya yang berjudul “The ‘Sandwich’ Generation: Adult Children of The Aging”. Dorothy menggambarkan para orang dewasa sebagai isi dari roti lapis yang terjepit di antara ekonomi rumah tangga orang tua dan biaya masa depan anak mereka.

BPS (2017) mencatat bahwa kebutuhan lansia dominan ditopang oleh anggota rumah tangga yang bekerja sebanyak 77,82%. Sedangkan lansia yang memenuhi kebutuhannya dengan manfaat pensiun sebanyak 6,46% dan investasi sebanyak 0,76%. Ini artinya sandwich generation masih berpeluang besar diwariskan kepada generasi Y dan Z.

Alasan sandwich generation bisa terjadi karena atensi kebutuhan tersier yang tinggi, perencanaan keuangan yang tidak baik, tidak memiliki financial protection seperti asuransi kesehatan, pengelolaan investasi yang tidak tepat, sindrom FoMO, dan lain-lain. Sandwich generation dapat menyebabkan konflik antara pasangan dan orang tua. Membantu orang tua memang kewajiban anak dan Anda dapat selalu dekat dengan orang tua. Namun, Anda pun perlu menyadari keterbatasan untuk membantu rumah tanga orang tuanya. Jika Anda pada posisi ini, komunikasi dan edukasi menjadi cara utama untuk mengurangi beban Anda.

3. Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan

Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk mengumpulkan dana pensiun antara lain :

  • Penghasilan, seperti gaji, bonus, tunjangan, hasil investasi, dan penghasilan pasif.
  • Arus kas, terutama pengeluaran bulanan.
  • Investasi. Anda bisa mengumpulkan dana pensiun dengan produk keuangan yang akumulatif, seperti deposito, emas, dan reksadana; produk pasar modal; dan properti. Perlindungan finansial juga sama pentingnya untuk melindungi kesehatan Anda sehingga Anda perlu memiliki asuransi jiwa dan kesehatan pribadi.
  • Gaya hidup. Aturlah pengeluaran bulanan Anda yang tidak perlu, seperti sering beli minuman boba dan kopi kekinian. Utamakan rencana finansial Anda sehingga penghasilan Anda dapat dapat mencapai tujuan finansial jangka panjang.

4. Pilih Beberapa Opsi Untuk Mengumpulkan Dana Pensiun

Anda memang telah merasa pasti menjadi peserta pensiun dari kantor dan BPJS. Namun, untuk memastikan diri Anda benar-benar aman, maka Anda perlu melakukan salah satu atau beberapa cara mengumpulkan dana pensiun.

  • Ikut program dana pensiun secara mandiri. Anda bisa mengikutsertakan diri pada program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) oleh bank dan perusahaan asuransi jiwa. Syarat mengikuti DPLK minimal usia 18 tahun dan maksimal usia 40 tahun. Keunggulan program ini adalah nilai minimal setoran adalah Rp 100.000, mudah karena dilakukan dengan sistem autodebet, dan aman, dan boleh memiliki lebih dari satu rekening DPLK.
  • Investasi
  • Kerja lagi setelah pensiun
  • Memiliki tunjangan dan jaminan kesehatan, seperti BPJS, asuransi kesehatan, dan asuransi jiwa.

5. Persentase Nabung Dana Pensiun

Anda dapat nabung dana pensiun dengan mengalokasikan minimal 5% s/d 8% dari penghasilan per bulan. Secara teori, persentase nabung dana pensiun berdasarkan tahap kehidupan adalah sebagai berikut :

  • Usia 20-30 tahun sebesar 20%.
  • Usia 30-40 tahun sebesar 10%.
  • Usia di atas 40 tahun sebesar 20%.

6. Menyiapkan Dana Pensiun Ala Raditya Dika

Raditya Dika memiliki trik sendiri untuk menyiapkan dana pensiun. Ia menjelaskan dalam vlog-nya cara menghitung investasi dana pensiun, yaitu pengeluaran dalam satu tahun : 4%. Empat persen adalah estimasi inflasi yang naik di masa depan dan itu memengaruhi biaya hidup sehari-hari.

Contoh :

Pengeluaran rata-rata Anda Rp 10.000.000 per bulan

Pengeluaran Anda dalam setahun adalah Rp 10.000.000 x 12 bulan = Rp 120.000.000

Jadi, Anda perlu mengumpulkan dana pensiun minimal Rp 120.000.000 : 0,04 = Rp 3.000.000.000

Ada kiat-kiat untuk mengumpulkan dana pensiun, yaitu hitung biaya hidup dan inflasi, tentukan umur Anda akan pensiun, evaluasi aset investasi yang ada, dan lakukan investasi secara berkala dari gaji bulanan. Angka pada perhitungan dana pensiun ala Raditya Dika itu adalah acuan sehingga Anda dapat menabung dana pensiun lebih banyak.

Leave a Reply