6 Faktor Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar Melemah

6 Faktor Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar Melemah. Akhir-akhir ini nilai tukar rupiah terhadap Dollar US melemah sangat drastis hingga  menimbulkan banyak spekulasi negatif hingga ada yang beranggapan Indonesia akan kembali ke era moneter seperti tahun 98. Kenapa nilai tukar rupiah bisa melemah? Ada banyak sekali faktor pengaruh nilai tukar rupiah menjadi melemah terhadap Dollar US, berikut adalah 6 faktor diantaranya.

Sebelumnya kami juga membahas tentang Dampak Nilai Tukar Rupiah Melemah

6 Faktor Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar Melemah

6 Faktor Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar Melemah

1. Stabilitas Politik Dan Ekonomi

Stabilitas politik dan ekonomi menjadi salah satu faktor peting yang menentukan tingkat kekuatan nilai tukar rupiah  terhadap harga dollar. Hal ini karena para investor akan mencari negara-negara yang memiliki stabilitas politik dan ekonomi yang stabil agar bisnis mereka tidak terganggu.

Negara yang memiliki stabilitas politik yang bagus cenderung akan lebih bagus digunakan sebagai tempat untuk menanam modal. Karena kinerja politik yang  tidak baik akan mengakibatkan buruknya ekonomi sebuah negara.

2. Ratio Ekspor Dan Impor

Selain politik dan ekonomi, ratio ekspor dan impor juga menjadi salah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dollar. Dimana apabila ekspor dari Indonesia meningkat maka harga nilai tukar mata uang rupiah tehadap dollar juga akan menguat.

Hal ini karena permintaan barang atau jasa dari Indonesia akan meningkat yang secara langsung juga akan menunjukkan bahwa permintaan mata uang Indonesia juga akan meningkat. Tapi sebaliknya, jika impor yang terus meningkat maka nilai mata uang rupiah akan melemah karena permintaan terhadap mata uang asing yang semakin tinggi.

3. Hutang Negara

Hutang negara terhadap bank dunia juga menjadi salah satu faktor penting yang bisa menyebabkan melemahnya nilai tukar mata uang rupiah terhadap dollar. Apabila anggaran negara mengalami defisit atau bahkan minus maka hutang negara akan membengkak.

Defisit anggaran ini dapat ditutup dengan mencetak uang. akan tetapi keadaan negara akan memburuk apabila hutang yang besar tersebut membuat negara gagal bayar dan memperparah hutang negara. Hutang negara yang semakin tinggi akan cenderung memperlemah kekuatan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dollar.

4. Neraca Perdagangan

Isi dari neraca perdagangan adalah berupa pembayaran hasil dari jual beli barang dan jasa antara kedua negara yang melakukan kerja sama. Neraca perdagangan Indonesia akan dianggap defisit apabila Indonesia lebih banyak melakukan pembayaran daripada menerima pembayaran atas kerja sama perdagangan dengan negara lain.

Hal ini dikarenakan Indonesia membutuhkan lebih banyak mata uang negara yang bekerjasama dengannya. Hal ini akan berakibat pada lemahnya nilai tukar mata uang Indonesia terhadap mata uang negara yang bersangkutan.

5. Perbedaan Suku Bunga Antar US Dan Indo

Nilai tukar mata uang suatu negara juga sangat berkaitan erat dengan suku bunga yang berlaku di kedua negara tersebut. Apabila kita merubah tingkat suku bunga bank central Indonesia, maka akan mempengaruhi inflasi dan nilai tukar mata uangnya.

Suku bunga yang lebih tinggi akan meningkatkan permintaan mata uang tersebut meningkat. Sehingga para investor akan lebih tertarik untuk melakukan tukar mata uang dalam jumlah yang besar. Hal ini dapat menguatkan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dollar. Namun apabila bank central menurunkan kembali tingkat suku bunganya, maka nilai tukar rupiah akan kembali melemah.

6. Perbedaan Tingkat Inflasi

Seperti yang dikatakan diatas, bahwa nilai tukar sangat berkaitan dengan suku bunga dan juga inflasi. Inflasi menjadi salah satu faktor yang berpengaruh pada nilai tukar rupiah di pasar global. Apabila inflasi di Indonesia konsisten melemah, maka nilai tukar mata uang rupiah akan menguat terhadap dollar US.

Leave a Reply