Apa Tipe Kepribadian Keuangan Anda?

Photo by Joshua Earle on Unsplash

Apa tipe kepribadian keuangan Anda? Anda dapat mengikuti tes tipe kepribadian keuangan di situs Financial Time.

Tipe kepribadian keuangan (financial personality) Anda mencerminkan bagaimana lingkungan dan diri sendiri dapat mengontrol uang daripada dikendalikan uang. Tipe kepribadian keuangan bagian dari studi psikologi finansial, yaitu studi tentang perilaku yang bias karena adanya keterbatasan kemampuan berpikir dan kelemahan emosi. Premis yang melatarbelakangi ini adalah keputusan keuangan tidak sepenuhnya rasional yang menyebabkan pembuat keputusan keuangan mengalami kekeliruan.

Memahami tipe kepribadian keuangan Anda dapat menjadikan Anda investor yang rasional, penabung yang sukses, dan pembeli yang impulsif. Anda dapat memahami kelebihan dan kekurangan keuangan sehingga Anda dapat menyusun, menetapkan, dan mengevaluasi tujuan keuangan dan alokasi anggaran.

  1. The Anxious Investor

The anxious investor adalah individu yang terlalu percaya diri dengan keputusan investasi yang telah dilakukan. Mereka merasa unggul. Tipe ini lebih mengikuti naluri daripada strategi, atau mungkin belum memiliki pengetahuan yang cukup sehingga cenderung melakukan kesalahan. Si pecinta risiko, tapi tindakannya bias karena kurang mampu mengontrol suasana hati.

The anxious investor sering mengevaluasi investasi dalam satu bulan. Umumnya kepribadian ini dimiliki oleh kalangan investor kaya. Mereka terlihat seperti orang yang menikmati euphoria atau kecemasan pribadi. Mungkin di antara dua itu. Tipe ini akan merasa nyaman membeli investasi saat harga tinggi dan menjualnya saat harga turun.

Mereka tidak peduli pendapatan dari portofolio investasi. Mereka hanya peduli saat mereka melakukan hal yang ‘benar’ sambil menghindari perilaku masa lalu yang menimbulkan rasa sakit. Semakin sering the anxious investor melakukan keputusan yang buruk, mereka semakin panik dan semakin sering overtrading. Kepercayaan diri yang berlebihan sering membawa mereka pada kerugian dibanding keuntungan.

Solusi dari kepribadian ini adalah menetapkan dahulu tujuan keuangan. Apakah investasi jangka panjang ini untuk dana pensiun, dana pendidikan anak-anak, status harta kekayaan, atau hanya untuk main-main saja? Kemudian buatlah rencana pembelian investasi setiap minggu atau bulan dengan menetapkan anggaran yang kecil. Perencanaan seperti ini dapat membatasi keinginan untuk overtrade. Anda dapat membuat aturan kapan membeli dan menjual, atau bagaimana Anda dapat menyeimbangkan portofolio investasi.

Evaluasi keuangan Anda setiap bulan. Sisa uang yang telah Anda pangkas, yang bisa saja Anda gunakan untuk membeli investasi, dapat menjadi tabungan dan dana darurat.

2. The Hoarder

The hoarder lebih dikenal sebagai penimbun uang. Uang tabungan, uang warisan, dan dana darurat berlimpah.

Uang mewakili keamanan. The hoarder merasa aman menabung pada produk keuangan yang likuid, seperti tabungan bank, dibanding berinvestasi. Mereka menghindari risiko sehingga terlihat konservatif, perfeksionis, disiplin ketat, dan tidak peduli tren. The hoarder ingin di masa pensiun memiliki cukup uang, namun kecenderungan ini dapat membuat mereka tidak menikmati hidup.

Tabungan yang besar jumlahnya membuat the hoarder senang. Namun, cara menabung seperti ini sangat tidak produktif. Mereka takut rugi, tapi tingkat inflasi akan mengikis nilai uang di tabungan bank. Takut berinvestasi karena tidak memahami tingkat risiko yang membuat mereka nyaman. Umumnya mereka tidak memiliki hutang.

Solusinya adalah mulai belajar percaya diri. Biarkan uang yang bekerja pada Anda. Bagaimana caranya? Konsultasi keinginan Anda berinvestasi kepada penasihat keuangan. Jelaskan apa saja situasi dan risiko yang memuat Anda tidak nyaman. Dan lakukan. Biasakan diri dan temukan kesenangannya.

Photo by Anna Utochkina on Unsplash

3. The Social Value Spender

The social value spender sebagian besar adalah para shopaholic. Mereka membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan untuk membuat perasaan lebih baik (kompulsif) dan menaikkan harga diri (citra). Tak jarang mereka tidak sadar menggunakan uang untuk memenuhi keinginan yang terkasih (kodependen) atau gelap mata karena diskon.

Orientasi the social value spender adalah perasaan diterima. Belanja mungkin menjadi solusi tercepat bagi mereka untuk melepaskan kesepian. Namun, ini tidak bertahan lama. Sadar atau tidak sadar, mereka telah menemukan diri sendiri berhutang.

Solusinya adalah prioritas menabung dan berinvestasi. Buatlah rencana tabungan rutin. Gunakan autodebet untuk mengalokasikan dana ke pos-pos keuangan dan investasi setiap bulannya. Anggarkan dana untuk membayar hutang terlebih dahulu. Kontrol emosi Anda adalah kunci sukses Anda.

4. The Cash Splasher

The cash splasher tidak jauh berbeda kepribadiannya dengan the social value spender. Bedanya the cash splasher membelanjakan uang untuk pengalaman intrinksik orang lain.

“Aku dermawan, kau pasti akan kagum pada kebaikanku,” pikir the cash splasher.

The cash splasher terlalu empati dan memprioritaskan orang terkasih. Mereka secara jelas akan bilang mentraktir Anda sebelum makan malam. Mereka mudah memberikan donasi yang besar jumlahnya. Mereka ingin menonjol di lingkaran pertemanan. Mereka sering liburan ke luar negeri bersama pasangan atau keluarga. Selera mereka bagus. Ini juga menjadi konsumsi Anda di media sosial.

Mereka bukan pecandu belanja. Mereka tidak takut hutang. Namun, mereka mungkin saja sensitif mendiskusikan beberapa hal dengan Anda.

The cash splasher suka mengambil investasi yang berisiko. Mereka belum tentu mau membuat anggaran untuk setiap pengeluaran rutin.

Solusinya adalah belanjakan uang berdasarkan nilai jangka panjang. Selalu memenuhi pengalaman intrinsik orang lain tidak akan membuat kebahagiaan Anda bertahan lama. Lakukan hal-hal sederhana bersama orang yang terkasih, yang benar-benar selalu ada untuk Anda.

Seimbangkan portofolio investasi Anda dengan membeli pada produk keuangan yang stabil, seperti emas dan reksadana.

Photo by Jezael Melgoza on Unsplash

5. The Fitbit Financier

The fitbit financier adalah tipe kepribadian keuangan yang mandiri, teroganisir, dan terobsesi pada masa depan. Mereka membelanjakan uang sesuai kebutuhan, jarang untuk menghibur diri sendiri dan orang lain.

The fitbit financier membuat keputusan keuangan dihitung dengan cermat untuk memaksimalkan keuntungan. Mereka bijak berinvestasi.

Kekurangan the fitbit financier adalah mereka tidak menyukai perubahan. Ketidakpastian membuat mereka kehilangan control pada beberapa aspek kehidupan sehingga terobsesi mengendalikan uang secara tidak wajar.

Solusi awal yang harus dilakukan adalah tenang. Jernihkan pikiran. Evaluasi tujuan finansial Anda. Apakah dana pensiun, dana darurat, investasi, dan lain-lain terpenuhi? Apakah Anda perlu mendiskusikan ini dengan penasihan keuangan? Iya, Anda butuh bantuan penasihat keuangan. Jelaskan situasi keuangan Anda sehingga penasihat keuangan dapat membantu Anda merencanakan anggaran pengeluaran dan investasi.

6. The Ostrich

Anda tidak salah baca. The ostrich adalah para unta yang lebih suka mengubur kepala mereka di pasir daripada mengatur keuangan mereka. Mereka secara konsisten gagal membuat keputusan investasi jangka panjang.

Mengapa? Membuat keputusan terasa sangat berat. Lebih mudah menyerahkan uang untuk diinvestasikan oleh ahlinya. Mereka spontan dan tidak memiliki tujuan finansial. The ostrich juga malas memeriksa pemasukan dan keuangan.

“Apa itu tabungan? Makan aja susah gimana mau nabung”

You only live once. Kesempatan ini tidak datang berkali-kali. Santai, mari kita jalan-jalan keliling dunia. Uang masih bisa dicari.”

Baiklah, solusi santai yang minimal harus dilakukan adalah menabung. Minimal dana pensiun. Gunakan autodebet untuk mengalokasikan sedikit uang untuk ditabung.

Solusi yang agak sulit adalah pisahkan tabungan pensiun Anda dengan tabungan lain, seperti liburan. Pertimbangkan menggunakan perencana keuangan untuk mendiskusikan investasi jangka panjang. Buat jadwal rutin memeriksa keuangan dan lakukan.

2 Comments

  1. […] Anda juga perlu mengidentifikasi diri Anda atau pasangan Anda melalui tes kepribadian uang. Anda dapat membaca Apa Tipe Kepribadian Uang Anda […]

Leave a Reply