5 Hal Penting Tentang Dana Darurat

Ini nih lima hal penting tentang dana darurat yang harus Anda tahu.

1. Apa Itu Dana Darurat ?

dana darurat

Saat memenuhi kebutuhan yang darurat, seperti berhenti bekerja atau belum dapat proyek, Anda akan menggunakan uang yang ada untuk hidup selama beberapa bulan ke depan. Namun, jika uang yang Anda punya tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari sampai Anda mendapat pekerjaan atau proyek, apakah Anda akan berhutang? Pada situasi finansial ini, Anda wajib memiliki dana darurat.

Dana darurat adalah dana yang disiapkan khusus dan mudah dicairkan untuk memenuhi kebutuhan yang sangat mendesak dan bersifat musibah. Kebutuhan mendesak tersebut seperti memenuhi kebutuhan hidup selama pandemi atau krisis ekonomi, kerusakan pada rumah, kecelakaan, dan membayar tagihan rumah sakit. Dana darurat dapat meminimalisir upaya untuk berhutang. Dana darurat ini bukan tabungan dan asuransi karena memiliki perbedaan tujuan finansial. Tujuan finansial dana darurat adalah sebagai cadangan uang yang dapat segera digunakan dan terpisah dari kebutuhan operasional.

Manfaat dana darurat adalah menjamin kelangsungan hidup, menjadi cadangan antisipasi kerugian, dan menghindari penggunaan uang pada pos-pos finansial lainnya. Dana darurat juga bisa Anda gunakan agar tidak kehilangan momentum, seperti penawaran harga rumah yang sangat murah dan terbatas. Namun, Anda perlu mempertimbangkan urgensi dari momentum tersebut sebelum menggunakan dana darurat.

2. Apa Produk Finansial Untuk Dana Darurat ?

Dana darurat dapat disimpan pada produk finansial yang bersifat likuid dan berisiko rendah. Produk finansial yang dimaksud adalah tabungan, deposito, reksadana, dan emas. Anda bisa memilih salah satu produk finansial tersebut atau menggunakan empat produk finansial sekaligus. Menggunakan beberapa produk finansial ini juga dapat menjadi investasi.

Misalnya Anda seorang lajang yang berencana mengumpulkan dana darurat sebesar Rp 15.000.000,-. Anda dapat menyimpan dana darurat tersebut pada empat lapisan berikut ini.

a. Tabungan Rp 3.000.000,-

b. Deposito Rp 10.000.000,-

c. Reksadana pasar uang Rp 1.000.000,-

d. Emas Rp 1.000.000,-.

Saat Anda membutuhkan uang segera, yang pertama harus Anda cairkan adalah produk finansial yang paling likuid dan dapat langsung diambil. Kemudian disusul dengan mencairkan produk finansial lainnya sampai produk yang perlu waktu agak lama untuk diambil.

Oh ya, pertimbangkan jangka waktu dan cari tahu penalti/denda pada deposito. Hal ini karena di saat Anda ingin mencairkan deposito, Anda dapat meminimalisir biaya penalti/denda deposito. Anda juga dapat memilih layanan reksadana pasar uang dan emas digital yang dapat mencairkan uang dalam waktu satu hari. Selain layanan emas digital, Anda dapat menjual emas di toko emas, Pegadaian, dan Antam.

3. Bagaimana Cara Mengumpulkan Dana Darurat ?

Anda dapat mengumpulkan dana darurat selama satu sampai tiga tahun. Sisihkan pendapatan Anda dan kurangi pengeluaran pada pos-pos tertentu, seperti pos pribadi. Pos cicilan utang dan rutin, seperti premi asuransi, jangan dikurangi karena Anda tetap harus membayar setiap bulan meski saat kondisi darurat. Anda dapat mengajukan keringanan cicilan utang karena dalam kondisi darurat kepada bank dan leasing.

Jika dana darurat terpakai, jangan lupa diisi kembali. Kuncinya adalah disiplin.

4. Berapa Dana Darurat Yang Harus Dikumpulkan ?

Dana darurat dapat dianggarkan sesuai kebutuhan Anda. Buat pengeluaran bulanan tetap. Minimal anggaran dana darurat adalah satu bulan pengeluaran Anda. Namun, minimal anggaran dana darurat yang harus Anda kumpulkan secara teori yakni :

  1. Lajang 4x pengeluaran bulanan
  2. Menikah 6x pengeluaran bulanan
  3. Keluarga anak satu 9x pengeluaran bulanan
  4. Keluarga anak dua atau lebih 12x pengeluaran bulanan
  5. Pensiun 12x pengeluaran bulanan
  6. Freelancer 12x pengeluaran bulanan
  7. Pemilik bisnis 12x pengeluaran bulanan

Menurut teori, rumus anggaran dana darurat adalah pengeluaran tetap selama satu bulan x (n) bulan. Nah, karena dana darurat itu sesuai kebutuhan, bisa juga nih Anda menganggarkan dana darurat menggunakan pendapatan per bulan dikali (n) bulan sesuai status dan pekerjaan Anda. Freelancer dan pemilik bisnis memiliki pendapatan yang tidak tetap sehingga harus memiliki dana darurat yang lebih besar. Pasangan yang telah menikah disarankan memiliki dana darurat masing-masing. Jika dalam keadaan darurat, suami atau istri dapat langsung mencairkan uang.

5. Kapan Harus Mengumpulkan Dana Darurat ?

Mulai saat ini. Waktu bersifat dinamis, suka memberi kejutan, dan tidak peduli dengan kondisi Anda. Mempersiapkan diri sedari dini sebelum kejutan waktu mendatangi Anda dapat meminimalisir kerugian Anda di masa depan. Baca Juga: Cara Investasi di Waktu Krisis

One comment

  1. […] Evaluasi keuangan Anda setiap bulan. Sisa uang yang telah Anda pangkas, yang bisa saja Anda gunakan untuk membeli investasi, dapat menjadi tabungan dan dana darurat. […]

Leave a Reply